Como akan menghadapi ujian penting menghadapi Parma pada pekan ke-37 Serie A, Minggu 17 Mei 2026 pukul 10:00 waktu setempat di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Laga ini menjadi krusial bagi pasukan Cesc Fabregas yang masih memburu tiket Liga Champions dengan posisi keenam klasemen dengan 65 poin, unggul 9 angka atas tamu mereka yang masih bertengger di posisi ke-13 dengan 42 poin.

Berita mengecewakan datang dari markas Como beberapa hari sebelum pertandingan dimulai. Menurut laporan Bola.Kompas, pelatih Como 1907 Cesc Fabregas mengungkapkan bahwa Nico Paz mengalami masalah lutut dan diprediksi absen dari laga ini. Kehilangan talenta Real Madrid yang dipinjamkan itu tentu mengurangi fleksibilitas taktik Fabregas di sayap serang, meski Como segera menargetkan Cesar Palacios sebagai pengganti potensial di bursa transfer musim panas.

Foto: www.sportsmole.co.uk
Foto: www.sportsmole.co.uk

Namun dominasi Como di hadapan publik mereka sendiri tidak bisa diabaikan. Tim tuan rumah datang dengan form solid di lima pertandingan terakhir: menang telak 2-0 atas Genoa di mana Anastasios Douvikas dan Assane Diao mencetak gol, diikuti kemenangan 1-0 tandang ke Hellas Verona dengan Douvikas lagi yang menjauh di menit 71. Meski sempat tertahan imbang tanpa gol lawan Napoli, pola pertandingan Como tetap dominan dengan selisih gol +37 — angka yang jauh lebih superior ketimbang Parma yang mencuri -18 GD.

Sementara itu, Parma datang dalam kondisi yang jauh lebih rapuh. Tamu berada pada fase krisis performa jauh, dengan hanya satu kemenangan dalam lima laga terakhir: 1-0 atas Pisa di mana Nesta Elphege mencetak gol pembeda di menit 82. Sebelumnya, Parma merasakan kepahitan kekalahan 0-2 tandang ke Inter Milan dan 2-3 di kandang sendiri melawan AS Roma — laga akhir itu menunjukkan pertahanan Parma yang rentan meski Gabriel Strefezza dan Mandela Keita berhasil membalas masing-masing. Tidak ada pemain Parma yang absen akibat diskorsing, namun performa mental skuad Fabio Pecchia jelas menurun menjelang akhir musim.

Model prediksi memberikan Como peluang 68 persen untuk meraih kemenangan, dengan prediksi skor 2-0 sebagai skenario paling kemungkinan besar terjadi. Angka ini sedikit lebih konservatif dibanding odds bookmaker yang mencapai 77,5 persen untuk kemenangan tuan rumah — suatu indikasi bahwa Parma, meski posisinya jauh tertinggal, tetap memiliki resiliensi struktural untuk mencuri poin atau setidaknya menahan kekalahan besar di lapangan Sinigaglia. Analisis xG dan possession menunjukkan Como akan mendominasi 60-65 persen penguasaan bola, sementara Parma akan mengandalkan serangan balik yang tajam melalui Strefezza dan Elphege yang sama-sama terpantau 2 gol dalam lima pertandingan terakhir.

Foto: nerdytips.com
Foto: nerdytips.com

Faktor cuaca dan kondisi lapangan Stadio Giuseppe Sinigaglia diperkirakan tidak akan menjadi pengganggu signifikan; lintasan rumput dalam kondisi prima menjelang pekan penentu musim. Dengan Douvikas dalam form panas (2 gol dalam rentang waktu sama) dan dukungan Martin Baturina serta Diao di garis tengah, Como memiliki cetak biru yang jelas untuk mengontrol tempo dan menghajar Parma yang minim tekanan kompetitif.

Dari perspektif fantasi sepak bola dan value betting, Douvikas muncul sebagai pilihan investasi terdepan mengingat tendangan ke gawang (shots on target) rata-rata 2,4 per pertandingan dalam fase recent form-nya. Untuk pencetak gol paruh pertama (halftime scorer), Douvikas atau Diao adalah kandidat utama dalam frame betting eksotis. Kepercayaan diri Como yang tinggi dengan 6 poin dari tiga laga terakhir membuat tim ini layak dijadikan underdog pick di pasar over 2.5 goals — sekalipun prediksi 2-0 dominan, margin kemenangan yang lebih besar (3-0 atau 2-1) masih terbuka mengingat Parma yang defensif fragile.

Sebagai penutup, Como diunggulkan untuk menang dengan prediksi akhir 2-0 atas Parma. Kehadiran Paz yang bermasalah akan memperkuat pola pertahanan Parma untuk bertahan lama, namun kualitas individual Como — terutama di garis depan dengan Douvikas dan di zona penengah dengan Baturina — cukup superior untuk menjebol skuad tamu yang sedang merangkak keluar dari zona zona kompetitif Liga Champions. Hasil positif di laga ini akan memperkuat posisi Como di jalur empat besar jelang putaran final Serie A 2025-26.