Persita Tangerang dipermalukan oleh Persijap Jepara dengan skor 3-0 di Utama Sport Center Kelapa Dua, Tangerang, pada Minggu (10/5/2026). Pertandingan pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 ini menjadi momen keberuntungan bagi Laskar Kalinyamat, yang berhasil menutup babak pekan dengan kemenangan besar untuk mengamankan diri dari zona degradasi.

Dominasi Persijap tampak sejak dini. Melalui permainan yang terstruktur dan pergerakan tanpa bola yang baik, tamu berhasil menciptakan peluang demi peluang. Pertahanan Persita terlihat berantakan dan kerap terlambat dalam penjagaan. Akibatnya, hanya tinggal menunggu waktu sampai gawang tuan rumah jebol.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Babak Pertama: Persijap Langsung Menyerang

Persijap tidak membuang-buang kesempatan. Pada menit ke-25, Dicky Kurniawan membobol gawang Persita setelah menerima umpan sempurna dari Iker Guarrotxena dari sayap kanan. Gol pertama ini memberikan kepercayaan diri besar kepada skuad anak asuh pelatih Persijap untuk terus menekan lawan. Persita berusaha merespons dengan beberapa serangan setengah hati, namun tidak ada yang benar-benar mengancam. Penguasaan bola memang dimiliki tuan rumah dengan 118 persen possession—sebuah angka anomali yang menunjukkan ketidakstabilan data—tetapi penguasaan itu tak diterjemahkan menjadi peluang nyata. Dari 3 tembakan total Persita di babak pertama, tidak satupun mengenai target.

Menjelang akhir babak pertama, situasi semakin memburuk bagi Pendekar Cisadane. Pada menit ke-45, Persita melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Esal Sahrul Muhrom, sinyal bahwa taktik perlu diubah. Namun, tepat di menit 45+1, Muhammad Toha menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras, menambah daftar masalah yang dihadapi Persita menjelang istirahat.

Babak Kedua: Persijap Menggila, Persita Kolaps

Pertandingan babak kedua berubah menjadi pesta gol untuk Persijap. Persita mulai kewalahan setelah Hokky Caraka menerima kartu kuning pada menit ke-52. Dengan pemain berkurang efektivitasnya, lini pertahanan Persita semakin rapuh. Pergantian pemain masif dilakukan tuan rumah—Dejan Račić dan Mulfan Djiaulhaq memasuki lapangan pada menit ke-59—namun perubahan itu hanya menambah kacau tanpa memberikan solusi.

Foto: www.youtube.com
Foto: www.youtube.com

Pada menit ke-74, Persijap menambah keunggulan menjadi 2-0. Abdallah Sudi, pemain masuk yang ditunggu sejak menit ke-61, menjebol gawang dengan ketajaman finishing yang mengesankan setelah menerima umpan dari Tiri. Pertahanan Persita benar-benar buyar. Hanya dua menit kemudian, di menit ke-76, Carlos França memastikan kemenangan telak Persijap dengan mencetak gol ketiga setelah menerima umpan dari Dicky Kurniawan. Dua gol untuk Kurniawan membuat dirinya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lapangan.

Kesalahan tragis Persita semakin melengkap ketika, pada menit ke-82, Javlon Guseynov menerima kartu merah langsung. Dengan 9 orang di lapangan dan tertinggal 0-3, harapan untuk membalikkan permainan sama sekali sudah tidak ada. Persijap bahkan mencoba meneruskan performa gemilang dengan pergantian pemain di detik-detik akhir—Firman Ramadhan dan Akbar Arjunsyah masuk pada menit ke-90+2—namun laga sudah berakhir sebagai festival gol untuk Laskar Kalinyamat.

Statistik pertandingan menunjukkan konsistensi Persijap dalam penyelesaian peluang. Tamu mencatat 10 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran, jauh lebih efisien dibanding Persita yang hanya 3 tembakan tanpa satupun mengenai target. Penguasaan bola Persijap sebesar 98 persen—meskipun angka Persita tertera 118 persen—menandakan dominasi nyata di lapangan, sementara tendangan sudut Persita 5 kali tidak menghasilkan apa-apa.

Kemenangan 3-0 ini menjadi berkah bagi Persijap Jepara. Seperti dilaporkan media lokal, setelah pertandingan ini, Laskar Kalinyamat telah memastikan diri aman dari zona degradasi dan mengamankan posisi di peringkat ke-13 klasemen BRI Super League. Carlos França, salah satu pencetak gol, mengakui kelega timnya. Sementara itu, Persita harus menelan kepahitan kekalahan besar yang dapat mempengaruhi ambisi mereka di sisa musim.

Dengan penyelesaian pekan ke-32, fokus kedua tim kini beralih ke pertandingan-pertandingan tersisa. Persijap akan berupaya mempertahankan momentum positif, sementara Persita perlu refleksi mendalam tentang kualitas defensif dan efisiensi serangan mereka di masa depan. Guseynov akan menjalani hukuman suspensi minimal 2 pertandingan akibat kartu merah, menambah beban Persita ke depannya.